Seperti ini Foto Eksekusi Rakyat Indonesia yang tidak pernah dipublikasikan Belanda

  Yes  Muslim  - Ditemukan lagi foto-foto kekejaman tentara Belanda di Indonesia

  wow  Muslim  - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, muncul foto eksekusi yang kemungkinan dilakukan oleh tentara Belanda sewaktu pendudukan di bekas Hindia-Belanda. Foto-foto ini berasal dari album pridbadi seorang prajurit yang pada waktu itu bertugas sebagai wajib militer di Hindia Belanda. 
Dalam foto dibawah ini anda bisa melihat tiga orang penduduk yang merupakan warga Indonesia dengan posisi berdiri membelakangi kamera, pada saat itu anda bisa melihat ketika mereka sedang dieksekusi mati dengan tembakan senjata oleh tentara Belanda.

© Album Jacobus R.. Drie Indonesiërs worden beschoten.
Sedangkan pada gambar kedua tampak barisan mayat-mayat dari Rakyat yang selesai di eksekusi mati bergelimpangan didalam parit ditempat yang sama mereka di tembaki.TAmpak beberapa orang serdadu Belanda yang dikenal dari seragamnya dan salah seorang diantaranya sedang berjongkok memeriksa mayat-mayat tersebut.

Para Ahli dari Institusi Sejarah perang NIOD ( het oorlogsintituut NIOD ) dan Institusi Sejarah Militer Belanda ( NIMH ) mengaku tidak pernah melihat gambar-gambar tersebut sebelummya, menurut mereka bisa saja itu adalah foto biasa yang dimiliki oleh para prajurit waktu itu namun tidak setiap militer India boleh membawa pulang foto-foto yang dibuatnya tersebut.

Pada kesempatan lain, pada sejarawan juga tidak meragukan keaslian dari foto - foto tersebut, namun untuk mengetahui lokasi tepatnya perlu diadakaan penelitian lebih lanjut.Sayangnya penulis dan pemilik foto ini yang merupakan seorang prajurit dari Enschede sudah wafat, ia ditugaskan pada tahun 1947 tak lama sebelum agresi militer pertama dan kemudian dipulangkan kembali pada tahun 1950 setelah penyerahan kedaulatan. 

© Album Jacobus R.. Doden in een greppel, twee Nederlandse soldaten kijken toe.
 Kemungkinan yang muncul adalah foto tersebut merupakan foto eksekusi terkenal di Kampung Rawagede di Jawa atau peristiwa di Sulawesi Selatan. Untuk kasus rawagede para keluarga dari korban sudah diberi ganti rugi oleh pemerintah Belanda beberapa tahun lalu, namun untuk kasus di Sulawesi Pemerintah Belanda belum menanggapi tuduhan yang diajukan terhadap kasus di Sulawesi Selatan tersebut, berapa jumlah orang Indonesia yang meninggal tidak diketahui secara pasti.



Sumber dan translate dari volkskrant.nl
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, muncul foto eksekusi yang kemungkinan dilakukan oleh tentara Belanda sewaktu pendudukan di bekas Hindia-Belanda. Foto-foto ini berasal dari album pridbadi seorang prajurit yang pada waktu itu bertugas sebagai wajib militer di Hindia Belanda. 
Dalam foto dibawah ini anda bisa melihat tiga orang penduduk yang merupakan warga Indonesia dengan posisi berdiri membelakangi kamera, pada saat itu anda bisa melihat ketika mereka sedang dieksekusi mati dengan tembakan senjata oleh tentara Belanda.

© Album Jacobus R.. Drie Indonesiërs worden beschoten.
Sedangkan pada gambar kedua tampak barisan mayat-mayat dari Rakyat yang selesai di eksekusi mati bergelimpangan didalam parit ditempat yang sama mereka di tembaki.TAmpak beberapa orang serdadu Belanda yang dikenal dari seragamnya dan salah seorang diantaranya sedang berjongkok memeriksa mayat-mayat tersebut.

Para Ahli dari Institusi Sejarah perang NIOD ( het oorlogsintituut NIOD ) dan Institusi Sejarah Militer Belanda ( NIMH ) mengaku tidak pernah melihat gambar-gambar tersebut sebelummya, menurut mereka bisa saja itu adalah foto biasa yang dimiliki oleh para prajurit waktu itu namun tidak setiap militer India boleh membawa pulang foto-foto yang dibuatnya tersebut.

Pada kesempatan lain, pada sejarawan juga tidak meragukan keaslian dari foto - foto tersebut, namun untuk mengetahui lokasi tepatnya perlu diadakaan penelitian lebih lanjut.Sayangnya penulis dan pemilik foto ini yang merupakan seorang prajurit dari Enschede sudah wafat, ia ditugaskan pada tahun 1947 tak lama sebelum agresi militer pertama dan kemudian dipulangkan kembali pada tahun 1950 setelah penyerahan kedaulatan. 

© Album Jacobus R.. Doden in een greppel, twee Nederlandse soldaten kijken toe.
 Kemungkinan yang muncul adalah foto tersebut merupakan foto eksekusi terkenal di Kampung Rawagede di Jawa atau peristiwa di Sulawesi Selatan. Untuk kasus rawagede para keluarga dari korban sudah diberi ganti rugi oleh pemerintah Belanda beberapa tahun lalu, namun untuk kasus di Sulawesi Pemerintah Belanda belum menanggapi tuduhan yang diajukan terhadap kasus di Sulawesi Selatan tersebut, berapa jumlah orang Indonesia yang meninggal tidak diketahui secara pasti.



Sumber dan translate dari volkskrant.nl


Hari Jumat tanggal 16 Oktober kemarin, harian terkemuka milik Belanda de Volkskrantmemuat berita tentang ditemukannya foto-foto yang memuat kekejaman tentara Belanda dalam agresi militernya di Indonesia. 

Secara keseluruhan ada sekitar 179 foto dan slides yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan untuk umum. Dalam salah satu foto, tampak jenazah enam orang pria Indonesia dalam keadaan meninggal dunia setelah dieksekusi. 


Dari situs NIOD diketahui gambar ini dibuat di Bandung, Jawa Barat tahun 1946. Tampak para pejuang Indonesia yang dieksekusi dalam sebuah lubang yang dangkal.

Foto-foto tersebut ditemukan dalam sebuah kamar penyimpanan barang berharga yang terletak di sebuah bangunan bekas bank di Gouda, Belanda tengah. Bangunan itu kini menjadi gedung Museum Perlawanan yang terletak di provinsi Zuid-Holland. 


Joost Lamboo selaku penanggung jawab atas gambar-gamba koleksi museum mengatakan, "Semua foto ini langsung mengingatkan saya pada foto-foto eksekusi yang pernah diumumkan oleh harian de Volkstrant pada bulan Juli 2012.Pria-pria yang dieksekusi berdiri di pinggir sebuah lubang dangkal. Foto-foto ini dibuat dari jarak yang sanget dekat dan itu luar biasa. Dua dari enam pria itu sebenarnya gampang sekali diidentifikasi siapa mereka.” 


Selain foto-foto yang memuat eksekusi mati orang Indonesia, wartawan de Volkskrant, Lidy Nicolasen juga mengungkapkan beberapa foto yang bergambar perkampungan yang dibakar habis oleh militer Belanda, aksi pembersihan, interogasi kepada orang-orang Indonesia yang ditelanjangi. Bahkan ada juga slide yang memuat beberapa pejuang Indonesia yang dipenggal kepalanya, serta slide orang Indonesia yang menunjukkan sebuah piagam. Piagam tersebut adalah bukti kesetiaan pemegangnya kepada pemerintah kolonial Belanda. Kemungkinan piagam tersbeut merupakan pemberian Kerajaan Belanda setelah perang Aceh (1873-1914).


Joost Lamboo menemukan foto-foto tersebut secara tidak sengaja. Selain foto-foto yang memuat kekejaman tentara Belanda dalam aksi militernya di Indonesia, di dalam kamar berpintu besi itu terdapat laci-laci yang sarat akan barang-barang peninggalan Perang Dunia II, seperti medali Nazi, emblem SS yang dibalutkan pada lengan atas dan bintang Yahudi, serta beberapa koleksi peninggalan barang-barang milik sekutu.


Bagaimana gambar-gambar tersebut bisa ada di Museum Perlawanan Gouda hingga kini belum ditemukan jawabannya, begitu juga siapa yang menyerahkan gambar itu kepada museum serta siapa pemotretnya masih menjadi misteri. Lamboo adalah orang pertama yang menemukan dan melihat gambar-gambar itu dalam slides. Perhatiannya terpaku pada foto dari jenazah orang-orang Indonesia yang habis dieksekusi dalam lubang dangkal, sementara bagian bawah yang tidak tertutup sehelai benang hanya ditutupi dengan jerami. 


Menurut harian de Volkskrant, banya slides yang 
sudah rusak akibat termakan zaman. Keaslian zlides itu sendiri sudah dipastikan oleh Pusat Dokumentasi Perang Belanda, NIOD. Meski begitu sebagian besar foto-foto dalam kondisi yang masih sangat baik. 

Interogasi tahanan dengan menelanjangi mereka
Dalam melakukan aksinya seperti aksi militer, latihan perang, patroli dan menggunakan material baik milik prajurit Belanda atau para pewajib militer dan KNIL selalu didaftarkan dengan sangat teliti. Karena alasan itulah, Lamboo semakin yakin bahwa yang membuat foto-foto ini adalah orang yang ikut dalam dinas militer Belanda. 

Sebuah foto lain dengan jelas terpampang tulisan "you talk Freedom and Justica di sebuah dinding bangunan yang sudah terbakar, juga foto parade militer di depan Hotel Savoy Homann di Bandung yang hingga kini masih tetap difungsikan sebagai hotel. Pada bendera telihat gambar anjing, simbol batalyon kelima KNIL yang bernama "Andjing Nica". 


Foto-foto temuannya tersebut kemudian dipamerkan dalam sebuah pameran bertajuk Indië in oorlog – oorlog in Indië (Hindia dilanda perang – Perang di Hindia) yang diselenggarakan oleh Museum Perlawanan di Gouda hingga akhir bulan ini. 






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Foto-foto KEJAM nya DUNIA yang terlalu menyedihkan untuk dilihat

  Yes  Muslim  - Kehidupan manusia di dunia dipenuhi oleh beragam peristiwa, baik yang menyenangkan maupun yang membuat kita bersedih. Sejarah dunia mengukir semua peristiwa tersebut dalam lembaran foto-foto. Dari foto-foto itu lah kita dapat menyaksikan bagaimana manusia bisa sangat kejam dan tidak peduli terhadap sesamanya.

Berikut beberapa foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat. 



1. Penjara perempuan di Mongolia 

Ketika pertama kali diterbitkan dalam majalah National Geographic tahun 1913 dan sempat menghebohkan dunia pada waktu itu. Foto yang diambil oleh Stefan Passe seorang fotografer di Mongolia menggambarkan bagaimana orang-orang Mongolia jaman dahulu menghukum mereka yang telah melanggar adat maupun yang berbuat jahat. 

Penjara perempuan


Seorang wanita tampak dipasung dalam sebuah penjara kayu dan dibiarkan hingga mati kelaparan. Tidak diketahui apa kesalahannya sehingga harus mendapatkan hukuman yang demikian tragisnya. 

2. Bocah Shanghai 

Pada tahun 1937 ketika dunia masih dilanda Perang Dunia ke II, terjadi perang Sino-Jepang. Tak lama setelahnya, Jepang memutuskan untuk menyerang China dalam rangka mengusir brigade tentara China yang ada di Sungai Whampoo, Shanghai. Pihak Jepang mengumumkan bahwa serangan akan dilakukan pada tanggal 23 Agustus 1937 dan para wartawan pun bergegas untuk mengabadikan momen tersebut. 

Akan tetapi setelah hari H, Jepang justru tidak melakukan serangan ke markas militer, melainkan menyerang sebuah stasiun kereta api yang saat itu terdapat sekitar 1.800 penduduk yang sedang menunggu dievakuasi. 

Dalam peristiwa penyerangan tersebut, 1.500 nyawa melayang yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Jepang mengakui kalau mereka salah tanggap karena mengira kerumunan pengungsi itu adalah bala tentara Cina. 

Bocah Shanghai


Pada saat yang sama, seorang fotografer bernama H.S Wong melihat pemandangan yang memilukan. Ia melihat seorang bayi terlantar dengan muka penuh luka di rek kereta api setelah peristiwa serangan tersebut. Wong pun mendudukan bayi itu di peron untuk menyelamatkan bayi-bayi lainnya. Tak lupa, Ia pun mendokumentasikan kejadian itu dengan kameranya. 

Pihak Jepang meradang ketika foto jepretan Wong beredar di seluruh dunia. Mereka pun menjadikan Wong sebagai buronan, dan bersedia membayar mahal bagi siapa saja yang berhasil membunuh Wong. Namun Wong berhasil dievakuasi ke Hong Kong dan mendapat perlindungan dari Pasukan Inggris. 

3. Tangisan bocah serdadu 

Perang hanya menyisakan tangis dan kepedihan bagi semua orang. Banyak orang tak bersalah yang kehilangan sanak keluarga mereka. Tak terkecuali bagi remaja berusia 16 tahun dalam foto ini. Remaja yang  bernama Hans Georg Henke adalah seorang serdadu cilik dari pasukan Hitler Youth. Pada masa itu, Adolf Hitler mengumpulkan para pemuda untuk dijadikan pasukan. 

Tangisan bocah serdadu


Foto di atas diambil pada tanggal 1 Mei 1945, yaitu tepat satu hari sebelum Jerman menyerah. Remaja tersebut tampaknya menangisi tragedi perang yang berkepanjangan di negerinya atau mungkin juga karena terlalu rindu ingin bertemu keluarga atau adik-adiknya. Bahkan seragamnya saja terlalu kebesaran untuknya. Bukti bahwa perang tidak menghasilkan apa-apa, selain kepedihan dan kehancuran. 

4. Pemisahan Berlin 

13 Agustus 1961 adalah hari yang tak akan pernah dilupakan oleh semua warga Jerman. Pada hari itu pemerintah Jerman membentangkan kawat berduri untuk memisahkan kota berlin menjadi dua. Pemisahan ini tentu sangat menyedihkan bagi mereka yang memiliki saudara, kerabat atau teman di dua bagian yang terpisah terutama setelah dibangunnya tembok Berlin yang terkenal itu. 

Mereka yang berada di Jerman bagian timur dilarang pergi ke Barat, begitu pun sebaliknya. Untuk menjaga keadaan, para tentara ditempatkan di masing-masing perbatasan tersebut. 

Pemisahan Berlin


Dalam sebuah foto tampak seorang tentara yang sedang mengawasi keadaan sekitar untuk menyelamatkan seorang bocah kecil. Anak laki-laki itu terlihat sedang merentangkan tangannya seperti minta digendong untuk dibawa melewati kawat yang penuh duri itu. Sepertinya bocah tersebut terpisah dari orang tuanya.

Tentara itu sebenarnya tahu bahwa ia dilarang memindahkan anak tersebut, namun hatinya berkata lain. Lantaran tidak tega ia pun mengangkat anak tersebut lalu membiarkannya bersatu dengan keluarganya. Setelah foto ini beredar, tentara itu kemudian dinonaktifkan dari tugasnya dan tidak diketahui hukuman apa yang akan dijalaninya. 

5. Kakak beradik Nagasaki 

Foto yang diambil seorang fotografer asal Amerika Serikat ini menggambatkan peristiwa yang terjadi setelah pengeboman Nagasaki. Joe O'Donnel sang fotografer menyaksikan langsung kejadian tersebut yang membuatnya mengalami depresi bertahun-tahun. Menurut anak dari Joe, foto inilah yang paling mempengaruhi kejiwaan ayahnya dibandingkan foto lainnya. 

Foto-foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat


Dalam foto tersebut tampak seorang anak lelaki yang berdiri tegap sambil menggendong bayi kecil yang tampak lunglai. Rupanya, bayi dalam gendongan sang kakak itu telah meninggal dunia. Sementara sang kakak sedang menggendongnya untuk membawa jasad adiknya itu ke tempat krematorium. 

Sebelum tubuh adiknya dikremasi, anak ini berdiri dengan sikap tegak dan hormat sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang adik. Anak lelaki ini tampak tegar dan menolak untuk menangis meskipun telah kehilangan anggota terakhir yang dimilikinya. Dalam sejarah dunia, peristiwa pengeboman Nagasaki adalah serangan paling mematikan yang pernah dilakukan oleh manusia. 




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Terobos Tenda Panglima Romawi, Sahabat Nabi Ini Terkejut Lihat Istrinya

  Yes  Muslim  - Ini salah satu peristiwa yang menunjukkan hebatnya wanita muslimah dalam sejarah. Sekaligus menjawab tuduhan bahwa wanita hanya boleh beraktifitas di dalam rumah.

Tentang peran wanita muslimah di berbagai bidang pada zaman Rasulullah, Abdul Halim Abu Syuqqah telah membuat buku khusus yang luar biasa. Tahrirul Mar’ah fi ‘Ashrir Risalah, judulnya. Telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Kebebasan Wanita sebanyak enam jilid.

Sedangkan kisah menakjubkan ini, ia dengan mudah bisa dilihat pada banyak buku-buku sejarah terutama yang membahas khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebab perjuangan heroik ini terjadi di masa kekhilafahan beliau. Buku Tarikh Ath Thabari yang ditulis Imam Ath Thabari dan Taisir Al Karim al Mannan fi as Sirah Utsman ibnu Affan karya Ali Muhammad Ash Shalaby merupakan dua di antara buku yang menceritakan kisah ini.

Habib bin Maslamah Al Fuhari, namanya. Ia seorang sahabat Nabi yang terkenal dengan doa-doanya yang dikabulkan. Khalifah Ustman mengangkatnya sebagai panglima untuk memberikan pelajaran kepada pasukan Romawi yang berupaya menakut-nakuti umat Islam di Syam.





Ketika Habib melakukan inspeksi atas pasukannya yang akan berangkat ke medan perang melawan Romawi, istrinya tiba-tiba datang mendekat.

“Di mana aku bisa menemuimu ketika perang telah berkecamuk nanti?” tanya Ummu Abdillah binti Yazid Al Kalbiah pada suaminya.

“Di tenda panglima Romawi atau di surga,” jawab Habib mantap. Para sahabat memang memiliki cita-cita syahid di jalan Allah sehingga dalam setiap peperangan mereka berharap bisa gugur dan masuk surga. Al mautu fi sabilillah asma amanina, mati di jalan Allah adalah cita-cita kami.

Perang pun berkecamuk. Habib dan pasukannya bertempur dengan gagah berani, mendobrak pasukan Romawi hingga jantung pertahanannya. Pasukan Rowami kocar-kacir.

Di tengah tanda-tanda kemenangan itu, Habib bergegas menuju tenda panglima Rowami di Muriyan. Sesampainya di tenda panglima Romawi, alangkah terkejutnya Habib. Ternyata istrinya telah menunggunya di sana. Ia lebih dulu mampu menerobos pusat komando pasukan Romawi itu.

Dr Aidh Al Qarni juga mengetengahkan kisah ini dalam bukunya As’adu Imra’atin fil ‘Alam (Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat). Ia memberi judul wanita pencetak kepahlawanan, lantas menutupnya dengan satu kesimpulan: andai kaum wanita seperti wanita ini, tentu wanita lebih utama daripada laki-laki. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Pak Pendeta, Kenapa Tidak Ada Yang Hafal Kitab Suci Kristen?

  Yes  Muslim  - AKHWAT: “Pak Pendeta, di dunia ini ada banyak orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Apakah ada orang yang hapal Alkitab diluar kepala?”

PENDETA (bertitle Doctor Teology): “Di dunia ini tidak mungkin ada yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orang itu, tidak mungkin dia bisa hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku yang sangat tebal, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah buku yang sangat tipis, makanya mudah dihapal.”





(Jawaban pendeta tersebut terlalu singkat, tidak rasional dan sangat merendahkan bahkan melecehkan AI Qur’an)

Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada ditangan akhwat tersebut, dan melanjutkan pertanyaan akhwat tadi. (maaf disini kami pakai nama pengganti HILS)

HILS : “Maaf pak Pendeta, tadi bapak katakan bahwa Al Qur an adalah buku yang sangat tipis, makanya gampang dihapal diluar kepala. Tapi pak Pendeta, bahwa setipis-tipisnya Al Qur’an, ada sekitar 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Bahkan anak kecil sekalipun banyak yang hapal diluar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak Pendeta, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja diluar kepala (1/66 saja), semua yang hadir disini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi! Ayo silahkan pak Pendeta!”

Hafal Injil, Bible, Kitab Suci Kristen

Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin audiens yang muslim khawatir, jangan-jangan ada salah satu Pendeta yang benar-benar hapal salah satu surat saja di dalam Alkitab tersebut. Seandainya ada yang hapal, berarti saya harus tepati janjiku yaitu harus masuk Kristen kembali. Karena para Pendetanya diam, saya lemparkan kepada jemaat atau audiens Kristen yang dibelakang.

HILS : “Ayo kalian yang dibelakang, jika ada diantara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini diluar kepala, saat ini semua jadi saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen lagi, silahkan!!”

Masih dalam situasi tegang, dan memang saya tahu persis tidak akan mungkin ada yang hapal walaupun satu surat saja diluar kepala, tantangan tersebut saya robah dan turunkan lagi. Saat itu ada beberapa Pendeta yang hadir sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu usianya bervariasi, ada yang sekitar 40, 50 dan 60an tahun. Pada saat yang sangat menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang terendah, dimana semua audiens yang hadir, baik pihak Kristen maupun Islam semakin tegang dan mungkin sport jantung.

HILS : “Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitar 40, 50 tahun dan 60an tahun bukan? Jika ada diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, asalkan PAS TITIK KOMANYA, saat ini semua jadi saksinya, aku kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak!”

Ketegangan yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, situasi semakin tegang, terutama dipihak teman-teman yang beragama Islam. Mungkin mereka menganggap saya ini gila, over acting, terlalu berani, masak menantang para Pendeta yang hampir rata­rata bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana saat itu sangat hening, tidak ada yang angkat suara, mungkin cemas, jangan-jangan ada yang benar-benar hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Karena para pendeta diam seribu bahasa, akhirnya saya lemparkan lagi kepada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.

HILS : “Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal pas titik komanya, saat ini saya kembali masuk Kristen. Ayo silahkan maju kedepan!”

Ternyata tidak ada satu pun yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta maupun audiens yang beragama Kristen. Akhirnya salah seorang Pendeta angkat bicara sebagai berikut:

PENDETA: “Pak Insan, terus terang saja, kami dari umat Kristiani memang tidak terbiasa menghapal. Yang penting bagi kami mengamalkannya.”

HILS : “Alkitab ini kan bahasa Indonesia, dibaca langsung dimengerti! Masak puluhan tahun beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar pun tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya karena Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka­nya sulit dihapal karena tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Di dunia ini ada jutaan orang hapal diluar kepala, bahkan anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala seluruh isi Al Qur’an yang ratusan halaman. Padahal bahasa bukan bahasa kita Indonesia. Tapi kenapa mudah dihapal? Karena Al Qur’an ini benar-benar wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sehingga dimudahkan untuk dihapal. Soal mengamalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan ajaran Al Qur’an.

Saya yakin jika bapak-bapak benar­-benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, maka jalan satu-satunya harus masuk Islam. Bukti lain bahwa Al Qur’an adalah wahyu Allah, seandainya dari Arab Saudi diadakan pekan Tilawatil Qur’an, kemudian seluruh dunia mengakses siaran tersebut, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan bisa menilai apakah bacaannya benar atau salah. Dan ketika mengikuti siaran acara tersebut, tidak perlu harus mencari kitab Al Qur’an cetakan tahun 2000 atau 2005. Sembarang Al Qur’an tahun berapa saja diambil, pasti sama. Beda dengan Alkitab. Seandainya ada acara pekan tilawatil Injil disiarkan langsung dari Amerika, kemudian seluruh dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi rujukan untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Sama-sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi sangat mustahil jika ada umat Kristiani bisa melakukan pekan tilawatil Injil, karena satu sama lainnya berbeda.”

Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu mendapat sambutan hangat dan aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh sebab itu kami serius menyediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.­(sepuluh juta rupiah) bagi siapa saja umat Kristiani yang bisa hapal ayat-ayat Alkitab walau 100 lembar saja bolak balik atas pas titik komanya. Bagi yang ingin mencobanya, kami persilahkan hubungi kami bila ada yang bisa menghapalnya diluar kepala, tanpa harus membuat satupun kesal.

Sumber : (“Mustahil Kristen Bisa Menjawab”, Oleh : H. Insan LS Mokoginta)

Sumber : http://baitulmaqdis.com/counter-faith/kristologi/pak-pendeta-kenapa-tidak-ada-yang-hafal-kitab-suci-kristen/




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

YES MUSLIM - Portal Muslim Terupdate !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top